Mengerikan Sekaligus Menj¡j¡kkan, Inilah 6 Tradisi ŠΣkŠ Paling ∈kstr1m di Dunia

Posted on Loading...

mengerikan-sekaligus-menjijikkan-inilah-6-tradisi-seks-paling-ekstrim-di-dunia

Meski baru-baru ini lebih sering dibahas dan diperdebatkan, namun ternyata hal tersebut telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Yunani Kuno.

Zaman dulu masyarakat Yunani Kuno khususnya laki-laki banyak yang melakukan praktik p4iiderastia. Praktik tradisi ini tak lain adalah hubungan ŠΣkŠūαl antara pria dewasa dengan anak laki-laki yang lebih muda alias remaja.

Hubungan yang dijalin tak semata antara pria dewasa dengan remaja pria bak ayah dengan anak namun hubungan yang mengarah kepada hal ŠΣkŠūαl.

Pria dewasa yang menjalani hubungan “t3rl4rang” ini biasa disebut dengan er4stes sedangkan remaja laki-laki disebut dengan erom3nos.

Hubungan kedua orang ini dianggap sebagai “latihan” awal bagi er0menos sebelum beranjak menjadi pria yang sesungguhnya. Dan hubungan 3r0tis ini dapat diakhiri ketika sang anak laki-laki atau er0menos mulai tumbuh bulu-bulv jenggotnya.

Tidak ada penjelasan mulai usia berapakah er0menos dapat “dimiliki” oleh er4stes, hanya saja meskipun secara umum melihat seorang pria menyukai bocah laki-laki berusia dibawah 12 tahun kurang pantas namun tidak ada undang-undang yang legal untuk mengatur l4r4ngan tersebut.

Tradisi ŠΣkŠūαl Di Usia Dini – Suku Trobriander (Papua Nugini)

Jika Suku Sambia di Papua Nugini melakukan r1tual meminum air m4n1 tetua adat pria bagi anak laki-laki mereka selama 10 tahun sebagai bentuk latihan untuk kematangan ŠΣkŠūαlitas.

Lain halnya dengan yang dilakukan oleh Suku Trobiander yang juga mendiami salah satu wilayah di negara Papua Nugini.

Suku ini memiliki r1tual tradisiŠΣkŠūαl lain yang mengizinkan bahkan mengharuskan anak-anaknya melakukan hubungan ŠΣkŠ sejak usianya masih sangat muda bahkan terhitung terlalu dini.

Advertisement

R1tual ŠΣkŠ tersebut bukanlah isapan jempol semata, karena sudah banyak studi kasus yang meneliti dan menemukan praktik ini masih berjalan hingga saat ini.

Mungkin kita akan dibuat heran jika mengetahui berapa rata-rata usia anak Suku Trobiander yang melakukan hubungan ŠΣkŠūαl di usia dini.

Rata-rata usia mereka adalah 10 hingga 12 tahun untuk anak laki-laki dan 6 sampai 8 tahun untuk anak perempuan!

Sungguh berbalik dengan anak-anak seusia tersebut yang hidup di lingkungan lebih modern yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain atau bahkan bersekolah.

Walaupun r1tual tradisi ini wajib diikuti bagi seluruh masyarakat Suku Trobiander, bukan berarti hal ini tidak memancing k0ntrov3rsi.

R1tual wajib atas nama tradisi ini ternyata menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat Papua Nugini lain yang menganggap prosesi tersebut sangatlah sayang jika dilakukan.

Apalagi ditambah dengan banyaknya penyakitŠΣkŠūαl hingga A1DS yang bermunculan semakin membuat banyak orang merasa r1tual ŠΣkŠūαl pada Suku Trobiander ini sangat ∈kstr1m!

Meskipun ∈kstr1m, menj1jikkan dan bahkan terkesan sangat aneh namun para masyarakat suku tersebut akan dengan senang hati melakukan karena dipercaya sebagai sarana mewarisi tradisi-tradisi leluhur mereka.

Biasanya mereka pun juga beranggapan jika r1tualŠΣkŠ ∈kstr1m tersebut dil4nggar atau tidak dilakukan, mereka bisa mendapatkan musibah atau petaka sebagai hukuman dari dewa bagi mereka.(*)

Sumber : bangka.tribunnews.com

« Halaman sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *